Langsung ke konten utama

Postingan

Aku Menyayangimu...(Ibu&Ayah)

Ibu.... Padamu, aku belajar banyak, puan. Perihal menjadi kuat bukan hanya perkara membesarkan otot dan perkataan;ialah berada pada kecemasan yang berhasil ditaklukkan. Perihal menjadi sabar bukan hanya perkara menanti senja yang kerap datang; ialah berada pada ketidakpastian yang tak lepas dari doa-doa. Perihal mencintai bukan hanya perkara hak milik dan memberikan segala; ialah berada pada doa dan keikhlasan. Jika kelak seorang laki-laki bertanya, mengapa aku menjadi seorang perempuan yang begitu kuat menghadapi badai yang tak berkesudahan, begitu sabar menghadapi duka melalui doa-doa, atau begitu mencintai meski tak diinginkan; aku akan berkata, "ialah ibuku, yang mengajariku demikian." Ayah.... Kelak, akan ada laki-laki yang mencintaiku serupa engkau mencintai perempuan yang melahirkanku. Seorang laki-laki yang dicintai dalam setiap napas doa yang begitu ikhlas terjatuh. Seorang laki-laki, yang kelak mencintaiku utuh, sepertimu. Terima kasih untuk bertahan hin...

Hati-Hati Menjaga Hati

Hati-hatilah menjaga hati, karena hati sangat rentan sakit hati, jika sudah sakit hati maka tidak lama lagi akan berganti dengan patah hati. Ketika kita bermain hati, kita harus bisa saling menjaga hati, dan menyatukan hati, bila tidak, akan ada pecah hati dan tidak lagi satu hati. Hati-hati dalam menjaga hati, akan menguatkan hubungan hati. Bila hubungan hati sudah kuat maka kita akan bersenang hati Maka hati-hatilan menjaga HATI....

Ketika Sebuah Perbedaan Memisahkan

Sesuatu yang dipersatukan Tuhan tak dapat dipisahkan manusia. Seringkali kita menyebutnya jodoh. Ketika berlari, selalu tertuju ke arah yang sama. Ketika mencoba untuk pergi, selalu kembali ke jalan yang sama. Semua berputar dan berotasi, konsep jodoh sendiri semakin tereksplorasi. Katanya, jodoh berarti memiliki banyak kesamaan. Katanya, jodoh berkaitan dengan hilangnya perbedaan. Dan katanya lagi, jodoh adalah soal memiliki seutuhnya. Jika itulah yang berarti jodoh, lantas bagaimana mereka yang jelas-jelas berbeda? Jatuh cinta menimbulkan banyak rasa juga tanya. Ada yang bertemu, begitu mudah jatuh cinta, lalu kemudian memiliki. Ada yang tak sengaja bertemu, menjalin persahabatan, lalu saling mencintai. Ada lagi yang tak pernah rencanakan apapun, tapi tiba-tiba jatuh cinta, namun terhalang untuk memiliki karena perbedaan kedudukan, kultur budaya atau keyakinan. Pernahkah kita melirik sedikit pada jiwa-jiwa yang jatuh cinta walau berbeda? Seberapa besar kah perjuangan yang mereka...

cara Sang Khalik اللّه

dunia ini lucu.. penuh dengan jutaan orang lugu.. setiap orang pernah merasa dirinya paling hancur.. tak tau mereka banyak yang lebih lebur,, sulit rasanya hati ini bersyukur.. mudah saja kalau kita emang sedang makmur.. coba saja kalau masalah sedang membelit. ucapan syukur terasa pelit,sedikit.. sering rasanya hidup kita yang paling susah.. pokoknya ga ada orang lain yang lebih rendah.. ternyata kita masih cukup beruntung.. dibandingkan mereka yang untuk makan pun bingung.. kadang terasa dunia begitu jahat.. berapa kali sudah Tuhan kalian hujat?? cuma dengan alasan yang kecil.. kalian rasa Dia tidak adil.. ada orang bilang "Dia memberikan yang kita butuhkan,bukan yang kita mau" masih bisa kita bilang Dia tidak adil? Tidak adilkah Dia tidak mudah memberi kalian makan? itu semata-mata agar kita belajar dari kekurangan... Tidak adilkah Dia membiarkan orang yang kita cinta pergi? alasannya cuma ingin membuktikan cuma CintaNya yang abadi. Siapa bilan...

Mendung,,,,Hujan...

Mendung, gundah hati bersenandung. Mendung, gelap dalam hati menggantung. Hujan, kata hati tertahan. Hujan, isak tangis berkejaran. Tak dapat ku katakan. Tak dapat ku ungkapkan. Dalam hati ku simpan.

Sendiri....

terkadang sendiri itu menarik.. sendiri bukan dalam pengertian kesepian.. sendiri namun bukan tersudut.. sendiri karena pilihan, terkadang lebih baik.. bersama-sama namun semu bersama-sama namun saling tikam yang ada hanya saling melukai.. luka itu sakit dan berbekas. bersama-sama = luka. terkadang patut dicoba merenung sendiri.. mencoba lebih mengenal apa yang ada di dalam diri.. menarik diri melewati batasan yang selama ini dibuat.. kita bisa berbuat lebih apabila kita sedang sendiri.. tak ada hati yang dapat kita lukai.. tidak ada perasaan yang merasa tersakiti.. tidak akan ada perselisihan yang berlarut-larut. semua bila kita sendiri. menjadi diri sendiri. mungkin ada benarnya bersama-sama lebih baik.. namun, tetap saja ada potensi tuk saling 'cabik'. saya memilih sendiri sekarang ini.. saya takut kembali mencabik hati yang berharga lagi..

Dua Sisi Beda Tipis

Hidup ini ada dua sisi, ibaratnya ada hitam dan putih. Iya itu benar. Coba kita mengaca ulang siapa kita, dan bagaimana kita dimata orang lain. Kalau sudah, mari kita mengaca diri kita sendiri dan bagaimana kita dimata diri kita sendiri Tahukah kamu: Cerewet dan Kritis itu Beda Tipis Demokratis dan Lepas Tangan itu Beda Tipis Rela Berkorban dan Cari Muka itu Beda Tipis Bijaksana dan Pandir itu Beda Tipis Skeptis dan Pesimis itu Beda Tipis Kritis dan Sinis itu Beda Tipis Setia dan Terpaksa itu Beda Tipis Jujur dan Menyaring Fakta demi kepentingan itu Beda Tipis Cerdas dan Mengeksploitasi Pengetahuan itu Beda Tipis Aktif dan Nggak ada kerjaan itu Beda Tipis Peduli dan Cari Sensasi itu Beda Tipis Optimis dan Ambisius itu Beda Tipis Rajin dan Suka hal Monoton itu Beda Tipis Malas dan Praktis itu Beda Tipis Egois dan Takut Tersisihkan itu Beda Tipis Oportunis dan Penjilat itu Beda Tipis Akademisi dan Kaum Farisi itu Beda Tipis Pragmatis dan Nggak Kreatif itu Beda ...