"Sesuatu yang kita anggap baik belum tentu baik di depan Allah, begitu pula sebaliknya, sesuatu yang kita anggap buruk belum tentu buruk di depan-Nya. Dialah Sang Mahatahu akan segala sesuatu…” Buat saya, hidup itu seperti layaknya sebuah film. Kita adalah aktor-aktor yang sedang menjalani sebuah script atau skenario, sedangkan Tuhan adalah sutradaranya. Film (kehidupan) saya dan film (kehidupan) kamu, pasti berbeda. Tapi, meski berbeda bukan berarti kita tidak pernah ada dalam satu frame yang sama. Mungkin saja kita yang berada di belahan bumi yang berbeda dipertemukan oleh-Nya untuk menjalani sebuah skenario; misalnya saling bertemu, mengerjakan sesuatu bersama, atau cuma sekadar saling sapa satu sama lain. Tapi sebaliknya mungkin saja kita yang duduk bersebelahan justru tidak saling mengenal satu sama lain karena kita lalu pergi begitu saja tanpa ada percakapan/perkenalan sama sekali. Bisa saja, kan? Sesekali dalam hidup, kita pasti akan tertawa. Dan sebagai penyeimbang, k...
Ketika photo menjadi pembeku waktu sekaligus pembingkai kenangan dan Ketika kata menjadi media pembawa pesan.