Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label UngkapanRasa

MUHASABAH - Allah Sang Mahasutradara

"Sesuatu yang kita anggap baik belum tentu baik di depan Allah, begitu pula sebaliknya, sesuatu yang kita anggap buruk belum tentu buruk di depan-Nya. Dialah Sang Mahatahu akan segala sesuatu…” Buat saya, hidup itu seperti layaknya sebuah film. Kita adalah aktor-aktor yang sedang menjalani sebuah script atau skenario, sedangkan Tuhan adalah sutradaranya. Film (kehidupan) saya dan film (kehidupan) kamu, pasti berbeda. Tapi, meski berbeda bukan berarti kita tidak pernah ada dalam satu frame yang sama. Mungkin saja kita yang berada di belahan bumi yang berbeda dipertemukan oleh-Nya untuk menjalani sebuah skenario; misalnya saling bertemu, mengerjakan sesuatu bersama, atau cuma sekadar saling sapa satu sama lain. Tapi sebaliknya mungkin saja kita yang duduk bersebelahan justru tidak saling mengenal satu sama lain karena kita lalu pergi begitu saja tanpa ada percakapan/perkenalan sama sekali. Bisa saja, kan? Sesekali dalam hidup, kita pasti akan tertawa. Dan sebagai penyeimbang, k...

Aku Menyayangimu...(Ibu&Ayah)

Ibu.... Padamu, aku belajar banyak, puan. Perihal menjadi kuat bukan hanya perkara membesarkan otot dan perkataan;ialah berada pada kecemasan yang berhasil ditaklukkan. Perihal menjadi sabar bukan hanya perkara menanti senja yang kerap datang; ialah berada pada ketidakpastian yang tak lepas dari doa-doa. Perihal mencintai bukan hanya perkara hak milik dan memberikan segala; ialah berada pada doa dan keikhlasan. Jika kelak seorang laki-laki bertanya, mengapa aku menjadi seorang perempuan yang begitu kuat menghadapi badai yang tak berkesudahan, begitu sabar menghadapi duka melalui doa-doa, atau begitu mencintai meski tak diinginkan; aku akan berkata, "ialah ibuku, yang mengajariku demikian." Ayah.... Kelak, akan ada laki-laki yang mencintaiku serupa engkau mencintai perempuan yang melahirkanku. Seorang laki-laki yang dicintai dalam setiap napas doa yang begitu ikhlas terjatuh. Seorang laki-laki, yang kelak mencintaiku utuh, sepertimu. Terima kasih untuk bertahan hin...

Sendiri....

terkadang sendiri itu menarik.. sendiri bukan dalam pengertian kesepian.. sendiri namun bukan tersudut.. sendiri karena pilihan, terkadang lebih baik.. bersama-sama namun semu bersama-sama namun saling tikam yang ada hanya saling melukai.. luka itu sakit dan berbekas. bersama-sama = luka. terkadang patut dicoba merenung sendiri.. mencoba lebih mengenal apa yang ada di dalam diri.. menarik diri melewati batasan yang selama ini dibuat.. kita bisa berbuat lebih apabila kita sedang sendiri.. tak ada hati yang dapat kita lukai.. tidak ada perasaan yang merasa tersakiti.. tidak akan ada perselisihan yang berlarut-larut. semua bila kita sendiri. menjadi diri sendiri. mungkin ada benarnya bersama-sama lebih baik.. namun, tetap saja ada potensi tuk saling 'cabik'. saya memilih sendiri sekarang ini.. saya takut kembali mencabik hati yang berharga lagi..