Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label GaLau

G.A.L.A.U

“Mungkin tak perlu lagi menunggu jingganya. Mungkin tak harus lagi mendekap hangatnya. Senja sore ini, mungkin yang terakhir.” Apakah tercium jejak-jejak galau pada kalimat di atas? Hei, itu tweet saya sebelumnya. Saya menuliskannya dengan penuh perasaan. Saya nggak tau sih apakah kalimat-kalimat yang mendayu-dayu termasuk dalam kategori galau. Tapi sejauh ini saya suka membaca kalimat-kalimat seperti itu di social network, lebih-lebih menulisnya, saya suka sekali. Ngomong-ngomong tentang ‘galau’, saya beberapa kali mendapati tweet teman yang (mungkin) terganggu dengan beberapa kawannya yang suka menuliskan kalimat-kalimat galau, atau mungkin pada mereka yang suka membagikan update mengharu biru. Kadang, iya itu mengganggu. Tapi kadang, itu lucu dan mengasyikkan. Ada permainan kata disana. Ada diksi. Ada sebuah kreativitas yang tidak pernah disadari banyak orang yang sedang galau. Then, What’s WRONG with ‘galau’? Kalau dilihat dari disisi negatifnya, menyebarkan ‘galau’ ...