Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label RANDOM

Sebuah Benda Bernama "Kacamata"

Sebulan-an. Ya, kira-kira sebulanan saya tidak ngeblog tapi riuh sendiri di media sosial lain. Again, keinginan untuk update konten blog selalu bergelora (wah, bahasanya warbiyasah 😁) tapi selalu saja batal. Alasannya macam-macam, tapi yang terutama adalah bahwa mengkekiniankan laman medsos lain bisa dengan mudah dilakukan melalui gadget mini setelapak tangan, sedangkan aplikasi blog tidak semudah itu karena kontennya lumayan panjang, bukan sekadar foto dan caption seadanya. Saya kembali riuh di blog ini karena pikiran saya sudah menumpuk! Terlalu banyak pula yang ingin saya tulis yang akhirnya nyasar di media sosial lain dan berakhir dengan tenggelam.  Jadi, saya memutuskan untuk melanjutkan tali silaturahmi antara saya dan blog pribadi ini. Silaturahmi yang sebulan-an nyaris renggang. Semua benda di dunia ini yang diciptakan mempunyai manfaat masing-masing. Tidak ada sebuah benda pun yang diciptakan tanpa adanya fungsi tertentu. Fungsi utama benda-benda tersebut diciptakan a...

Mengapa Harus Menulis

Disini saya ingin menceritakan sedikit uraian mengapa harus menulis? Bagi saya menulis adalah salah satu cara kita untuk menguraikan kata-kata yang ada dipikiran kita, kita bisa menumpahkan isi curahan hati kita kedalam bentuk tulisan. Menurut saya menulis juga termasuk ibadah, karena Rasulullah menyuruh kita untuk membaca dan menulis. Menulis juga bisa melepas kepenatan yang ada di otak kita karena banyaknya tugas atau kerjaan sekalipun. Tidak hanya wisata saja tapi dengan menulis kita bisa tau ekpresi kita pada saat itu. Lalu menulis adalah salah satu cara kita berimajinasi, karena menulis tidak hanya sekedar menulis. Terkadang menulis tanpa imajinasi bisa membuat kita stay in here saja. Itu lah mengapa saya memutuskan untuk menulis. Selain keuntungan yang didapat dalam menulis. Seperti quote tentang menulis yang ada di atas. Menulis juga dapat melatih otak kiri kita dalam berpikir. Menulis pun abadi bahwa kita ada di dunia ini. " Scribo, Ergo Sum, aku menulis, maka aku...

Guru Zaman Now yang Eyecatching

Setiap tanggal 25 November, kita memperingati hari Guru. Sebagai penghargaan pada jasa-jasa yang telah diberikan oleh sang Guru. Sang Pahlawan tanpa tanda jasa, pada, kita semua. Karena Gurulah. Maka, kita sekarang menjadi apa-apa dan siapa-siapa. Tanpa mereka, kita bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Sebagai individu yang telah menerima begitu besar jasa sang guru. Sebagai upaya kecil untuk membalas jasa guru, maka saya mencoba menulis ini, berdasarkan pada fenomena yang terjadi saat ini. Jadi guru zaman now tentu berbeda dengan zaman baheula. Perbedaan generasi antara guru dan peserta didik adalah kenyataan yang harus disikapi dengan bijak. Rata-rata orang yang sedang menjalani profesi guru saat ini adalah berada pada rentang kelahiran 1981-1994 (Generasi Y), atau bahkan mungkin lebih dahulu dari itu. Sedangkan Usia mereka yang sedang duduk di bangku SD – SMA, yang lahir pada rentang 1995-2010, atau kita kenal dengan Generasi Z. Kids Zaman Now istilah kerennya. Sebuah tulisan ...

Suka Duka Naik Kapal Laut

Pernah merasakan travelling naik kapal? Kapal penumpang yang waktu tempuh perjalanannya lebih dari 12 jam. Hmmm bagi sebagian orang, travelling naik kapal bisa jadi hal yang cukup menantang dikarenakan faktor lamanya perjalanan yang dilalui. Lebih dari itu cukup efektif bagi yang ingin menghemat pengeluaran apalagi bila dibandingkan dengan harga tiket pesawat. Selain itu, beberapa destinasi wisata yang tidak terakomodir melalui pesawat bisa dijangkau dengan kapal. Contoh sederhana adalah Pulau Komodo dan pulau-pulau kecil disekitarnya. Untuk menuju kesana perlu naik pesawat sampai Labuan Bajo, kemudian melanjutkan perjalanan dengan transportasi laut untuk mencapai Pulau Komodo. Biaya yang diperlukan untuk membeli tiket pesawat plus mencharter boat / kapal pinisi menuju Pulau Komodo bisa mencapai 5 juta atau lebih sekali jalan jika start poinnya adalah pulau Sumatera atau pulau Jawa. Nah dipostingan kali ini aku mau share beberapa suka duka naik kapal laut, terutama bagi yang pertama...

Melihat Dari Atas

Ini perjalanan pertamaku menuju daerah timur Indonesia, sejak lepas landas dari Bandara Internasional Minangkabau Padang, aku memasrahkan diriku pada Sang Khalik pemilik langit. Pada birunya atmosfer dan awan-awan yang berarak. Kebetulan waktu itu aku duduk di tepi jendela, memandang keluar, memperhatikan bangunan di bawah sana yang perlahan mengecil, memandang arus sungai yang berkelok, danau-danau yang tampak seperti pecahan genangan, pepohonan seperti gerumbulan hijau, gunung-gunung yang dikitari awan tipis, tepian garis pantai yang kontras dengan birunya laut, bias pelangi, kapal-kapal yang menuju daratan, hingga cuma biru disekeliling. Satu malam ketika aku mengangkasa membelah gelap, lepas dari bandara Juanda Surabaya, meninggalkan lampu-lampu sepanjang jalur lepas landas, mulai menjauh dari daratan. Tak lama yang terlihat hanya lampu-lampu kota, kemudian kerlip samar di perbukitan, sampai menembus awan dan tak ada cahaya lagi yang nampak. Cuma gelap di luar jendelaku. Lalu ti...

Mendung,,,,Hujan...

Mendung, gundah hati bersenandung. Mendung, gelap dalam hati menggantung. Hujan, kata hati tertahan. Hujan, isak tangis berkejaran. Tak dapat ku katakan. Tak dapat ku ungkapkan. Dalam hati ku simpan.

Dua Sisi Beda Tipis

Hidup ini ada dua sisi, ibaratnya ada hitam dan putih. Iya itu benar. Coba kita mengaca ulang siapa kita, dan bagaimana kita dimata orang lain. Kalau sudah, mari kita mengaca diri kita sendiri dan bagaimana kita dimata diri kita sendiri Tahukah kamu: Cerewet dan Kritis itu Beda Tipis Demokratis dan Lepas Tangan itu Beda Tipis Rela Berkorban dan Cari Muka itu Beda Tipis Bijaksana dan Pandir itu Beda Tipis Skeptis dan Pesimis itu Beda Tipis Kritis dan Sinis itu Beda Tipis Setia dan Terpaksa itu Beda Tipis Jujur dan Menyaring Fakta demi kepentingan itu Beda Tipis Cerdas dan Mengeksploitasi Pengetahuan itu Beda Tipis Aktif dan Nggak ada kerjaan itu Beda Tipis Peduli dan Cari Sensasi itu Beda Tipis Optimis dan Ambisius itu Beda Tipis Rajin dan Suka hal Monoton itu Beda Tipis Malas dan Praktis itu Beda Tipis Egois dan Takut Tersisihkan itu Beda Tipis Oportunis dan Penjilat itu Beda Tipis Akademisi dan Kaum Farisi itu Beda Tipis Pragmatis dan Nggak Kreatif itu Beda ...

HISTORY is ONLY other STORY...

waktu berlalu tanpa terasa.. setiap detik yang berlalu menorehkan sejarah.. tanda kita pernah melalui peristiwa.. menambah kuat pegangan hati sang jiwa.. Belajar dari pengalaman dunia.. saling menempa dengan sesama.. terkadang terasa sakit,pahit.. tapi itu jalan kita menjadi dewasa.. belajar tidak mengulang lagi kesalahan yang sama.. mecoba menghargai apa yang disebut kesempatan kedua.. karena yang ketiga biasanya sulit untuk datang.. tanda sesungguhnya kita masih belum matang.. semua yang pernah mampir ke dalam hidupmu.. sesungguhnya mereka adalah guru.. dengan cara yang unik dan berbeda.. membuat kamu menjadi tajam dan terasah.. bukanlah sesuatu hal yang aneh lagi.. bila kita dapat tertawa setelah masalah pergi.. ungkapan hati yang telah melewati mati.. bertahan dan meraih kemenangan kini.. terlampau puas terkadang kita melihat sejarah.. seakan lampau sudah menjadi patokan dan bingkaian.. kita tak perlu mengulang sejarah.. belajar dan mencoba terus untuk ...

ANDAI

Andai aku hidup sebagai buah kelapa, tentu dosa tak mampu tertawa layak-nya penguasa. Aku mampu menjadi sosok yang berguna, dalam tiap lapis tubuh-ku. Batok kering. Mampu terbentuk menjadi seni tradisional anak-anak. Tawa mereka lepas, menyadari lima jari beralas batok cokelat tua. Juga isi tubuh-ku. Halus putih kelapa mampu menjadi sajian utama. Beserta air segar-nya. Akh, andai begitu. Tentu hidup ini tak pernah mengenal kata sunyi. Senyap-senyap kusudahi tulisan kecil ini. Rasa-nya urat-urat kecil di sekujur tubuh-ku mulai jenuh. Bahkan teriakan-nya mengencang, hingga sakit kembali menusuk. Namun kupandang kembali langit hitam kelam. Malam itu tak ada bintang. Bulan purnama samar, menyuruh-ku lekas tidur. Baiklah. Kurebahkan seluruh penat yang kini menggerinjal umpama bola pedih, nan kusut. Hingga perlahan mata ini terpejam, sunyi. Lelap, lelap, dan lelap. Jauh pergi ke alam mimpi.

Another Random (Holi) Day!

tuk..tuk..tuk.. butuh waktu bermenit-menit untuk memutuskan kata pertama yang akan saya tulis di postingan kali ini. damn. sejujurnya, saya rindu masa-masa SMA saya. masa-masa di mana kreativitas ada bukan semata untuk dijadikan pertaruhan nilai akademis. masa-masa di mana saya bisa menghabiskan cukup waktu untuk diri saya sendiri dan kawan bernama ide. masa-masa di mana kreativitas saya mengalir lancar layaknya kencing di pagi hari (haha! analogi yang random) sekarang.. saya baru bisa kreatif kalau gerimis turun. saya baru bisa kreatif kalau lagi galau. saya baru bisa kreatif kalau batin lagi luka. saya baru bisa kreatif kalau ada segelas cappucino hangat (dan sudah sebulan lebih saya ngga beli cappucino! --") sedangkal ini ya konsep saya sekarang mengenai kata kreatif? gerimis - galau - sakit hati - cappucino jadilah kreativitas! hemm.. sepertinya ada banyak hal yang harus mulai dirombak. -dimulai dari HATI saya!-

Memori yang sudah menjadi Kognitif dapatkah dihapus?

Kognitif? Hmmm...rancukah? Disini, kognitif merupakan memori yang sangat amat membekas, ini merupakan rumpun dari kognitif itu sendiri yang salah satunya adalah bagaimana manusia mengingat. Hal-hal yang bisa menjadi bagian dari memori kognitif adalah memori yang sangat berkesan dan mendalam, berisi pengalaman di dalamnya, entah itu pengalaman buruk ataupun pengalaman menyenangkan. Karena biasanya, karena ada momen itulah yang menyebabkan kognitif terjadi. Coba analisis lirik berikut ini: AKAL SEHAT by ADA Band Dulu ku mencintaimu terasa bahagia namun kau hilang tanpa jejak membuat bertanya apa salah diriku hapus memori itu tak semudah dibayangkan bagai hantu di siang malam mendera batinku bayang dirimu begitu merasuk kalbu reff: akal sehat ku berhenti kala menatap indah matamu hingga melumpuhkan jiwa kau mencuri perhatian dan sayangku takkan lagi ku pungkiri semua saat kucoba tegar hadirmu kembali ada dera di sekujur tubuh lelah tuk berpikir sakit ku...