Langsung ke konten utama

KATBIK (kata-kata Bijak)


Disini saya sedikit bicara BIJAK, ”sikit cuman hehehehe”

Banyak diantara kita terlalu sibuk dengan aktifitas sehari-hari.
Aktifitas dan rutinitas ternyata sudah –membunuh- perhatian dan momen-momen berharga yang harus dinikmati bersama orang-orang yang kita cintai.
Kita tidak sadar, kita sudah salah jika berpikir demikian. Hari ini, kalau kita masih diberi kesempatan untuk hidup semua hanyalah Kasih karunia Tuhan Yang Maha Esa.
Oleh sebab itu jangan tunggu sampe esok untuk menunjukkan kasih dan sayang kita kepada orang-orang di sekitar kita.
Jangan tunggu mereka PERGI kita baru menyadarinya.
Jangan tunggu hari esok!

Because and bla,bla,bla,bla,........

Kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengan hari esok,
Jika kita masih hidup pada hari ini berarti ini kesempatan ke-dua buat kita.
Ambil kesempatan ke-dua yang Tuhan anugrahkan buat kita hari ini............



NB:
            Gunakan Kesempatan Bila Masih Sempat
                                   Tapi Ingat!!!!!!!!!!
            Bukan mengambil kesempatan dalam kesempitan
            Kecuali dalam keadaan Mendesak.

Okeh...........! ^^

Komentar

Penulis Cemen mengatakan…
Pantesan berat kak... kayaknya backgroundnya kebanyakan gambar kak

Postingan populer dari blog ini

Pulau Palue dan Gunungapi Rokatenda

Pada bulan Maret 2015 lalu, saya (mau tidak mau, ngeri campur 'exited') berangkat dari desa Aewora kabupaten Ende menuju pulau Palue yang terkenal dengan letusan gunungapi nya yang dasyat di tahun 1928 silam dengan status yang sekarang waspada dan masih aktif.Lebih kurang 2 jam berperahu dari desa Aewora, gunung Rokatenda dengan kawah terbuka menghadap laut terlihat angker. Asap tipis menguar dari gunung itu. Pulau Palue sebenarnya adalah tubuh gunungapi Rokatenda, yang menjulang dari dasar laut Flores dengan ketinggian 3.000 meter dengan 875 meter bila diukur dari permukaan laut. Palue dalam bahasa masyarakat setempat berarti 'mari pulang'.Pulau Palue sendiri secara geografis berada di wilayah kabupaten Ende namun secara history dan administratif masuk ke dalam wilayah pemerintahan kabupaten Sikka. Pulau Palue memiliki luas lebih kurang 39,5 km2 terbagi menjadi 8 desa yaitu; Lidi, Maluriwu, Reruwairere, Kesukoja, Ladolaka, Tuanggeo, Rokirole dan NitungLea. Dengan has...

Kumpulan Pertaruhan demi Pertaruhan

Tidak ada yang tahu kapan ia menunjukkan taringnya, pun sama halnya dengan ketidaktahuan manusia akan hawa manis yang seketika menyergap ketika ia sedang berbaik hati. Ada kalanya manusia mengalami fase bermusuhan dengan hidup. Mendadak palung hidup menjadi terlalu besar untuk menampung curah tangis yang terlampau meruah. Ada pula masanya ia mengalami fase berakrab-akrab dengan kekosongan hidup, yang kemudian dipandang sebagai isi: zona nyaman yang cenderung sulit untuk diabaikan. Manusia tidak akan pernah benar-benar tahu di fase mana ia berada sekarang. Titik tertinggi logika hanya dapat memahami kebahagiaan, tanpa menyadari bahwa di dalamnya acapkali terselip semburat halus pahit. Titik tertinggi logika hanya dapat memahami kesedihan, tanpa menyadari bahwa di balik semua itu masih terselip cercah harap yang dapat dikategorikan sebagai: bahagia. Sulit untuk merasa bahagia hingga titik darah penghabisan, pun sama sulitnya untuk merasa kecewa hingga tetes keringat terakhir. Hidup i...