Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Mengapa Harus Menulis

Disini saya ingin menceritakan sedikit uraian mengapa harus menulis? Bagi saya menulis adalah salah satu cara kita untuk menguraikan kata-kata yang ada dipikiran kita, kita bisa menumpahkan isi curahan hati kita kedalam bentuk tulisan. Menurut saya menulis juga termasuk ibadah, karena Rasulullah menyuruh kita untuk membaca dan menulis. Menulis juga bisa melepas kepenatan yang ada di otak kita karena banyaknya tugas atau kerjaan sekalipun. Tidak hanya wisata saja tapi dengan menulis kita bisa tau ekpresi kita pada saat itu. Lalu menulis adalah salah satu cara kita berimajinasi, karena menulis tidak hanya sekedar menulis. Terkadang menulis tanpa imajinasi bisa membuat kita stay in here saja. Itu lah mengapa saya memutuskan untuk menulis. Selain keuntungan yang didapat dalam menulis. Seperti quote tentang menulis yang ada di atas. Menulis juga dapat melatih otak kiri kita dalam berpikir. Menulis pun abadi bahwa kita ada di dunia ini. " Scribo, Ergo Sum, aku menulis, maka aku...

Belajar Ikhlas dan Lapang Dada

Berikut percakapan seorang guru dengan muridnya tentang ikhlas dan lapang dada. Guru : Tadi kamu minum segelas air yang saya beri satu sendok gula, apa yang kamu rasakan? Murid : Rasanya manis, guru. Guru : Lalu yang saya beri satu sendok garam, bagaimana rasanya? Murid : Waduh, kalau yang itu benar-benar asin rasanya. Lalu sang Guru mengajak murid itu menuju ke telaga yang airnya sangat jernih, lalu menaburkan satu sendok gula, lalu kemudian…. Guru : Coba kamu minum air telaga ini, dan apa yang kamu rasakan? Murid : Segar bangeeeet, guru. Kemudian Guru menaburkan satu sendok garam ke dalam telaga itu dan….. Guru : Sekarang kamu minum lagi air telaga ini dan bagaimana rasanya? Murid : Tetap segar, guru. Guru : Itulah kehidupan, manis dan asin itu menjadi tidak terasa bagi orang yang hatinya jembar, luas dan penuh dengan rasa syukur. "Maka lapangkan hatimu dengan ikhlas, syukur dan selalu sabar dari segala apa yang terjadi pada dirimu, karena itu yang terbaik dari T...

Jadi Perempuan Itu...

Ditakdirkan jadi anak perempuan itu susah-susah gampang. Banyak susahnya daripada gampangnya, hehe (gak juga kok) 😀 Harus berpendidikan, namun tidak lupa kodratnya untuk mengurus rumah. Dari mulai paham bumbu masakan, mencuci baju, menjemur pakaian, menyetrika, mencuci piring, sampai bagaimana mengepel yang benar. Harus pintar nawar! itu kewajiban, apalagi berkaitan dengan budget yang dimiliki Harus paham perhitungan pemasukan dan pengeluaran, harga cabai hari ini pun perlu dipantengin. Emansipasi? iya perlu, kita punya hak yang perlu diperjuangkan, namun tetap dibungkus kesantunan. Lalu, bagaimana dengan penampilan? kodratnya, perempuan ingin terlihat cantik. Semua perempuan. Tapi ada yang memilih untuk menyederhanakan. Menjaga untuk tidak berlebihan, menjaga agar tetap sesuai perintah agama. Menjaga agar mahkota tetap terjaga. Menutup aurat memang sudah menjadi kewajiban, tinggal pilihannya adalah menyederhanakan atau melebih-lebihkan. Kita tahu bahwa perempuan identik...