Langsung ke konten utama

Jadi Perempuan Itu...

Ditakdirkan jadi anak perempuan itu susah-susah gampang.
Banyak susahnya daripada gampangnya, hehe (gak juga kok) 😀

Harus berpendidikan, namun tidak lupa kodratnya untuk mengurus rumah. Dari mulai paham bumbu masakan, mencuci baju, menjemur pakaian, menyetrika, mencuci piring, sampai bagaimana mengepel yang benar.

Harus pintar nawar! itu kewajiban, apalagi berkaitan dengan budget yang dimiliki
Harus paham perhitungan pemasukan dan pengeluaran, harga cabai hari ini pun perlu dipantengin.

Emansipasi? iya perlu, kita punya hak yang perlu diperjuangkan, namun tetap dibungkus kesantunan.

Lalu, bagaimana dengan penampilan? kodratnya, perempuan ingin terlihat cantik. Semua perempuan. Tapi ada yang memilih untuk menyederhanakan. Menjaga untuk tidak berlebihan, menjaga agar tetap sesuai perintah agama. Menjaga agar mahkota tetap terjaga.

Menutup aurat memang sudah menjadi kewajiban, tinggal pilihannya adalah menyederhanakan atau melebih-lebihkan. Kita tahu bahwa perempuan identik dengan kecantikan, Siapa yang tidak senang dianggap cantik?

Namun sayangnya, kecantikan fisik bermusuhan dengan waktu. Akan pudar dan sirna seiring berjalannya waktu…
Hei, tetapi ada kecantikan yang tidak akan pudar ataupun sirna dengan bertambahnya waktu. Ya, kecantikan hati. Dia akan bertambah dengan bertambahnya kedewasaanmu dan pemahamanmu akan agama…

Bagaimana kalau kita meyederhanakan yang di luar dan melebihkan yang di dalam???

selfreminder; "cantik itu privasi bukan publikasi"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pulau Palue dan Gunungapi Rokatenda

Pada bulan Maret 2015 lalu, saya (mau tidak mau, ngeri campur 'exited') berangkat dari desa Aewora kabupaten Ende menuju pulau Palue yang terkenal dengan letusan gunungapi nya yang dasyat di tahun 1928 silam dengan status yang sekarang waspada dan masih aktif.Lebih kurang 2 jam berperahu dari desa Aewora, gunung Rokatenda dengan kawah terbuka menghadap laut terlihat angker. Asap tipis menguar dari gunung itu. Pulau Palue sebenarnya adalah tubuh gunungapi Rokatenda, yang menjulang dari dasar laut Flores dengan ketinggian 3.000 meter dengan 875 meter bila diukur dari permukaan laut. Palue dalam bahasa masyarakat setempat berarti 'mari pulang'.Pulau Palue sendiri secara geografis berada di wilayah kabupaten Ende namun secara history dan administratif masuk ke dalam wilayah pemerintahan kabupaten Sikka. Pulau Palue memiliki luas lebih kurang 39,5 km2 terbagi menjadi 8 desa yaitu; Lidi, Maluriwu, Reruwairere, Kesukoja, Ladolaka, Tuanggeo, Rokirole dan NitungLea. Dengan has...

Kumpulan Pertaruhan demi Pertaruhan

Tidak ada yang tahu kapan ia menunjukkan taringnya, pun sama halnya dengan ketidaktahuan manusia akan hawa manis yang seketika menyergap ketika ia sedang berbaik hati. Ada kalanya manusia mengalami fase bermusuhan dengan hidup. Mendadak palung hidup menjadi terlalu besar untuk menampung curah tangis yang terlampau meruah. Ada pula masanya ia mengalami fase berakrab-akrab dengan kekosongan hidup, yang kemudian dipandang sebagai isi: zona nyaman yang cenderung sulit untuk diabaikan. Manusia tidak akan pernah benar-benar tahu di fase mana ia berada sekarang. Titik tertinggi logika hanya dapat memahami kebahagiaan, tanpa menyadari bahwa di dalamnya acapkali terselip semburat halus pahit. Titik tertinggi logika hanya dapat memahami kesedihan, tanpa menyadari bahwa di balik semua itu masih terselip cercah harap yang dapat dikategorikan sebagai: bahagia. Sulit untuk merasa bahagia hingga titik darah penghabisan, pun sama sulitnya untuk merasa kecewa hingga tetes keringat terakhir. Hidup i...