Ditakdirkan jadi anak perempuan itu susah-susah gampang.
Banyak susahnya daripada gampangnya, hehe (gak juga kok) 😀
Harus berpendidikan, namun tidak lupa kodratnya untuk mengurus rumah. Dari mulai paham bumbu masakan, mencuci baju, menjemur pakaian, menyetrika, mencuci piring, sampai bagaimana mengepel yang benar.
Harus pintar nawar! itu kewajiban, apalagi berkaitan dengan budget yang dimiliki
Harus paham perhitungan pemasukan dan pengeluaran, harga cabai hari ini pun perlu dipantengin.
Emansipasi? iya perlu, kita punya hak yang perlu diperjuangkan, namun tetap dibungkus kesantunan.
Lalu, bagaimana dengan penampilan? kodratnya, perempuan ingin terlihat cantik. Semua perempuan. Tapi ada yang memilih untuk menyederhanakan. Menjaga untuk tidak berlebihan, menjaga agar tetap sesuai perintah agama. Menjaga agar mahkota tetap terjaga.
Menutup aurat memang sudah menjadi kewajiban, tinggal pilihannya adalah menyederhanakan atau melebih-lebihkan. Kita tahu bahwa perempuan identik dengan kecantikan, Siapa yang tidak senang dianggap cantik?
Namun sayangnya, kecantikan fisik bermusuhan dengan waktu. Akan pudar dan sirna seiring berjalannya waktu…
Hei, tetapi ada kecantikan yang tidak akan pudar ataupun sirna dengan bertambahnya waktu. Ya, kecantikan hati. Dia akan bertambah dengan bertambahnya kedewasaanmu dan pemahamanmu akan agama…
Bagaimana kalau kita meyederhanakan yang di luar dan melebihkan yang di dalam???
selfreminder; "cantik itu privasi bukan publikasi"
Banyak susahnya daripada gampangnya, hehe (gak juga kok) 😀
Harus berpendidikan, namun tidak lupa kodratnya untuk mengurus rumah. Dari mulai paham bumbu masakan, mencuci baju, menjemur pakaian, menyetrika, mencuci piring, sampai bagaimana mengepel yang benar.
Harus pintar nawar! itu kewajiban, apalagi berkaitan dengan budget yang dimiliki
Harus paham perhitungan pemasukan dan pengeluaran, harga cabai hari ini pun perlu dipantengin.
Emansipasi? iya perlu, kita punya hak yang perlu diperjuangkan, namun tetap dibungkus kesantunan.
Lalu, bagaimana dengan penampilan? kodratnya, perempuan ingin terlihat cantik. Semua perempuan. Tapi ada yang memilih untuk menyederhanakan. Menjaga untuk tidak berlebihan, menjaga agar tetap sesuai perintah agama. Menjaga agar mahkota tetap terjaga.
Menutup aurat memang sudah menjadi kewajiban, tinggal pilihannya adalah menyederhanakan atau melebih-lebihkan. Kita tahu bahwa perempuan identik dengan kecantikan, Siapa yang tidak senang dianggap cantik?
Namun sayangnya, kecantikan fisik bermusuhan dengan waktu. Akan pudar dan sirna seiring berjalannya waktu…
Hei, tetapi ada kecantikan yang tidak akan pudar ataupun sirna dengan bertambahnya waktu. Ya, kecantikan hati. Dia akan bertambah dengan bertambahnya kedewasaanmu dan pemahamanmu akan agama…
Bagaimana kalau kita meyederhanakan yang di luar dan melebihkan yang di dalam???
selfreminder; "cantik itu privasi bukan publikasi"

Komentar