Langsung ke konten utama

Mengapa Harus Menulis

Disini saya ingin menceritakan sedikit uraian mengapa harus menulis? Bagi saya menulis adalah salah satu cara kita untuk menguraikan kata-kata yang ada dipikiran kita, kita bisa menumpahkan isi curahan hati kita kedalam bentuk tulisan. Menurut saya menulis juga termasuk ibadah, karena Rasulullah menyuruh kita untuk membaca dan menulis.

Menulis juga bisa melepas kepenatan yang ada di otak kita karena banyaknya tugas atau kerjaan sekalipun. Tidak hanya wisata saja tapi dengan menulis kita bisa tau ekpresi kita pada saat itu. Lalu menulis adalah salah satu cara kita berimajinasi, karena menulis tidak hanya sekedar menulis. Terkadang menulis tanpa imajinasi bisa membuat kita stay in here saja. Itu lah mengapa saya memutuskan untuk menulis. Selain keuntungan yang didapat dalam menulis.

Seperti quote tentang menulis yang ada di atas.

Menulis juga dapat melatih otak kiri kita dalam berpikir. Menulis pun abadi bahwa kita ada di dunia ini.
"Scribo, Ergo Sum, aku menulis, maka aku ada." Sebuah kalimat yang diambil dari bahasa latin, yang merupakan pengembangan ungkapan Rene Descartes, Cogito Ergo Sum yang berarti aku berpikir maka aku ada.

Tergelitik oleh tweet seseorang yang mengatakan begini, kalau Anda bisa menulis, sekarang dan nanti, tulislah yang berguna dan mempunyai tujuan bukan untuk diri sendiri tapi orang lain, itu jauh lebih terhormat. Uhuk! Jadi merasa tertohok. Lha gimana, wong tulisan saya masih sesuka-suka saya, belum ada yang benar-benar bermanfaat bagi orang lain.

Sebenarnya opini itu tidak sepenuhnya salah. Justru opini yang bagus karena memberikan motivasi menulis tentang hal-hal yang bisa bermanfaat bagi orang lain, tidak melulu berisi tulisan tentang curhat yang menye-menye. Lebih jauh lagi, mungkin dia ingin menyampaikan pesan tentang think before publish.

Tapi, kalau kita melihat latar belakang, tujuan, dan motivasi seseorang menulis/membuat blog kan bermacam-macam. Ada yang menulis di blog karena ingin berbagi ilmu yang dimiliki, ingin menyalurkan hobby yang ditekuni, ada juga yang berawal dari sekadar iseng, cuma ingin menuliskan keseharian yang dilaluinya (semacam diary online), atau mungkin justru hanya ingin berbagi gambar/foto yang dibubuhi sedikit narasi (photoblog). Berawal dari motivasi yang berbeda-beda itu, IMHO, bukan berarti orang yang sekadar menulis untuk diri sendiri, yang kontennya tidak selalu bermanfaat untuk orang lain itu berarti tidak seberapa terhormat.

Kemampuan menulis setiap orang juga berbeda-beda. Ada yang bagus di jenis penulisan cerita fiksi, ada yang jago menulis puisi dan tulisan-tulisan metafora, ada yang bagus ketika menulis artikel, dengan tema tertentu, ada yang selalu bisa membuat pembacanya tertawa karena tulisan-tulisan yang kocak, dll. Nah, apakah lantas semua tulisan itu pasti bermanfaat bagi pembacanya?

Kalau saya, karena awalnya dulu bikin blog salah satunya untuk menyalurkan hobby menulis, jadi ya saya tulis saja apa yang saya ingin tulis. Temanya pun random. Bisa cerita tentang keluarga, teman, pekerjaan, dan pengalaman sehari-hari. Bahasa yang saya gunakan pun masih belepotan, tulisan saya lumayan ancur, wajar kalau tidak ada yang meninggalkan komentar karena mungkin tulisan saya tergolong tulisan absurd. Tapi tidak apa-apa, namanya juga masih belajar. Lagian juga tidak ada ceritanya orang bisa langsung expert. Seiring perkembangan waktu, dari hasil blog walking, dan baca sana-sini, pelan-pelan saya mendapat pencerahan juga. Intinya, semua pasti pernah mengalami masa-masa jahiliyah ketika pertama kali menulis.

Biarkan saja tulisan itu mengalir apa adanya. Dalam perkembangannya nanti pasti akan ada proses pembelajaran kok. Entah itu dari cara menemukan ide, cara menuangkan gagasan menjadi tulisan yang menarik, pemilihan diksi, dll. Semua berawal dari nol, tidak ada yang langsung mahir. Seperti kata Melinda Haynes, Forget all the rules. Forget about being published. Write for yourself.

Jadi kalau mau menulis ya menulis saja. Tidak perlu takut apakah nanti tulisan kita ada yang baca atau tidak, akan ada yang komen atau tidak, akan ada manfaatnya untuk orang lain atau tidak. Dibaca syukur, kalau ternyata ada manfaatnya dan menghibur pembaca anggap saja itu sebagai bonus. Hampir sama seperti kata Melinda Haynes di atas, ternyata Cyril Connolly mengatakan hal yang hampir sama, Better to write for yourself and have no public, than to write for the public and have no self.

Btw, kalian paling suka menulis tentang apa??📝😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Alasan Sederhana

Pertama kali aku melihat Danau Kelimutu ya di uang lima ribuan waktu kecil dulu. Waktu itu tentu saja aku belum tahu letak dari danau itu. Baru kemudian bertahun-tahun setelahnya aku kembali mendengar tentang Danau Kelimutu di salah satu situs web. Judulnya kalau tidak salah ingat, tujuh danau tercantik di Indonesia. Ya, ternyata Danau kelimutu adalah salah satu dari danau tercantik yang terletak di timur Indonesia. Entah kebetulan atau kesempatan pada Agustus 2014 aku ditugaskan mengajar di Flores selama satu tahun. Tentu saja aku tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk mengunjunginya ketika sudah sampai di Ende. Danau Kelimutu adalah destinasi wisata utama Kabupaten Ende, nusa tenggara timur. Kecantikannya sudah sangat terkenal baik secara lokal maupun internasional. Danau di Kelimutu tidak seperti danau pada umumnya. Karena memang danau ini hasil dari letusan gunung, bekas kubah kawah. Bahkan aku masih bisa mencium bau belerangnya, setiap danau berada dalam cekungan raksasa yan...

Anak-anak Kampung Waerebo

Lihatlah wajah-wajah polos mereka dengan ingus yang berleleran asyik bermain di pelataran tanpa beban, mengingatkan pada masa kecil yang pernah kau punya. Ketika jungkir balik tak karuan tak mendapat teguran ketika berdekatan dengan lawan jenis tak meninggalkan kesan. Bahkan juga ketika tak berbaju pun dianggap wajar. Ingatlah kepada masa dimana rasa ingin tahu selalu menebal melihat orang baru tanpa rasa gentar, memperkenalkan diri merasa selalu benar. Menari tanpa aturan mengikuti suara hati, melintasi padang ilalang sambil berlari, tak malu badan masih bau karena belum mandi. Pernahkah kamu rindu pada masa-masa itu, menebak bentuk awan tanpa takut hujan kan datang? Mendengar deru angin tanpa peduli pada badai siang. Memetik bunga-bunga tanpa tahu kapan berbuah. Mencabuti rumput-rumput tanpa berpikir selalu tumbuh. Tahukah dunia yang acak seperti segenggam tanah disini sama benar dengan hempasan ombak di tepi laut sana? Bahwa tawa anak-anak di seluruh negeri seperti ini? "M...

P.I.L.I.H.A.N

percakapan itu hanya makan waktu sebentar.. hanya curahan hati dua orang berbeda yang kebetulan satu harapan.. sama-sama ingin yang terbaik untuk masa depan.. Sebelumnya saya merasakan hidup saya ini penuh dengan kesulitan,mumet. terlalu banyak hal yang harus dikerjakan,bikin empet.. ternyata dia juga sama.. hidup ini penuh dengan bermacam pilihan yang masing-masing menawarkan nikmat dan kiamatnya sendiri. tapi tetap manusia harus hidup dan memilih berdasarkan skala prioritas diri.. kita yang paling tahu apa yang terpenting untuk dijalani.. apakah itu berguna atau hanya sekedar memuaskan diri.. Kita manusia hidup dengan pilihan.. kadang godaan untuk duniawi semata datang bertubi.. tapi dibalik itu masih banyak kewajiban yang belum digenapi..