Langsung ke konten utama

Menulis Saja

Jujur, saya kagum melihat teman-teman yang punya banyak kegiatan, punya banyak pengalaman yang berhubungan dengan banyak orang, punya pengalaman mengelola sebuah kegiatan, teman yang sering bepergian ke daerah/kota entah itu untuk berlibur atau dalam rangka dinas.

Saya punya beberapa teman yang sering berbagi foto dan ceritanya di group media sosial. Foto-foto ketika dia berkesempatan mampir di sebuah tempat tertentu, foto ketika dia menikmati suasana/makanan khas daerah yang disinggahi itu, menceritakan segala excitement sekaligus kekesalan yang dia rasakan. Intinya cerita tentang apapun. Pengalamannya pergi ke berbagai daerah/kota, bertemu dengan banyak orang, merasakan perubahan suasana dari satu tempat ke tempat yang lain, menikmati berbagai suguhan khas di sebuah kota/negara, merupakan sebuah pengalaman yang tidak semua orang berkesempatan mengalami.

Sebenarnya ada banyak topik yang bisa menjadi bahan tulisan di blog. Tidak harus berawal dengan kejadian-kejadian besar yang epic. Banyak hal sederhana dari keseharian kita pun bisa dijadikan tulisan di blog. Cuma kadang saya yang sering kurang peka menangkap sebuah ide untuk dijadikan topik tulisan, dan lebih sering beralasan, nantilah, belum ada ide nulis, nih. Sayangnya teman-teman saya yang punya banyak kejadian menarik tadi juga belum tertarik untuk mengabadikan semua kegiatannya itu ke dalam bentuk tulisan dengan alasan tidak ada waktu, sibuk, ribet, dan alasan aku nggak tahu harus mulai menulis dari mana.

Seperti halnya usia manusia yang punya batas, usia profesi pun ada batasnya. Kita tidak selamanya akan berada di posisi yang sama dan mengerjakan pekerjaan yang sama, ada saatnya kita mungkin berpindah tempat kerja, menjalani pekerjaan yang berbeda dengan sebelumnya, dan mengalami hal-hal baru lainnya. Sebuah blog/photoblog bisa jadi sarana untuk mendokumentasikan semua kegiatan kelak ketika kita sudah tidak lagi aktif terlibat dalam pekerjaan/kegiatan itu.

Sama seperti seorang teman blogger yang mendokumentasikan semua proses hidupnya sejak dia masih single, menikah, hamil. detik-detik melahirkan, hingga akhirnya sekarang si kecil sudah bisa berlarian ke sana ke mari. Semua sengaja direkam rapi olehnya dalam bentuk tulisan. Alasannya:

"Aku bukan public figur yang otobiografinya bisa dibaca oleh siapa saja. Salah satu tujuanku nulis di blog ya biar aku punya dokumentasi hidup. Biar nanti kalau anak-anakku sudah gede, sudah bisa baca, mereka bisa lebih tahu/kenal ibunya lewat blog. Mereka bisa baca gimana kehidupan ibunya sebelum mereka ada. Gimana kehidupan setelah kedua orang tua mereka menikah. Gimana kehidupan setelah mereka ada, dan apa saja perubahannya. Sederhana saja, aku pengen punya biografi online yang bisa dibaca sama anak-anakku kelak. Syukur-syukur kalau ternyata ada topik yang berguna buat pembaca yang lain. Itu juga kalau ada, hehehe…"

Sama seperti dia, awal mula saya menulis di blog selain ingin menyalurkan kelebihan energi dan ide yang sering berlompatan di kepala, alasan lainnya karena ingin punya dokumentasi tentang apa yang terjadi di hidup saya, kegiatan apa saja yang pernah saya lakukan, dan apa saja yang pernah saya pikirkan di suatu waktu. Walaupun tidak semua hal sempat saya ingat dan bisa langsung saya tuangkan dalam bentuk tulisan, tapi intinya mengapa saya menulis di blog adalah karena waktu tidak bisa ditarik ke belakang, dan otak punya kapasitas memori yang terbatas untuk menyimpan dan mengingat semua hal.

Tidak ada kata terlambat asalkan kita mau. Kalau mau memulai menulis ya sudah menulis saja. Topik yang mana dulu? Ya mana saja yang paling diingat. Tidak ada aturan yang mengharuskan seseorang menulis di blog itu harus begini/begitu. Tidak ada peraturan yang mewajibkan sebuah postingan di blog itu reverse atau chronological. Mau menulis saat itu juga dan langsung di-publish, silakan. Atau mau di-back date biar tulisannya terkesan aktual sesuai dengan waktu kejadian? Monggo. Atau kalau sedang banyak ide dan ingin disimpan dulu untuk di-publish nanti (scheduled post)? Tidak ada yang melarang kok. Bebas!

"And by the way, everything in life is writable about if you have the outgoing guts to do it, and the imagination to improvise. The worst enemy to creativity is self-doubt. - Sylvia Plath"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anak-anak Kampung Waerebo

Lihatlah wajah-wajah polos mereka dengan ingus yang berleleran asyik bermain di pelataran tanpa beban, mengingatkan pada masa kecil yang pernah kau punya. Ketika jungkir balik tak karuan tak mendapat teguran ketika berdekatan dengan lawan jenis tak meninggalkan kesan. Bahkan juga ketika tak berbaju pun dianggap wajar. Ingatlah kepada masa dimana rasa ingin tahu selalu menebal melihat orang baru tanpa rasa gentar, memperkenalkan diri merasa selalu benar. Menari tanpa aturan mengikuti suara hati, melintasi padang ilalang sambil berlari, tak malu badan masih bau karena belum mandi. Pernahkah kamu rindu pada masa-masa itu, menebak bentuk awan tanpa takut hujan kan datang? Mendengar deru angin tanpa peduli pada badai siang. Memetik bunga-bunga tanpa tahu kapan berbuah. Mencabuti rumput-rumput tanpa berpikir selalu tumbuh. Tahukah dunia yang acak seperti segenggam tanah disini sama benar dengan hempasan ombak di tepi laut sana? Bahwa tawa anak-anak di seluruh negeri seperti ini? "M...

P.I.L.I.H.A.N

percakapan itu hanya makan waktu sebentar.. hanya curahan hati dua orang berbeda yang kebetulan satu harapan.. sama-sama ingin yang terbaik untuk masa depan.. Sebelumnya saya merasakan hidup saya ini penuh dengan kesulitan,mumet. terlalu banyak hal yang harus dikerjakan,bikin empet.. ternyata dia juga sama.. hidup ini penuh dengan bermacam pilihan yang masing-masing menawarkan nikmat dan kiamatnya sendiri. tapi tetap manusia harus hidup dan memilih berdasarkan skala prioritas diri.. kita yang paling tahu apa yang terpenting untuk dijalani.. apakah itu berguna atau hanya sekedar memuaskan diri.. Kita manusia hidup dengan pilihan.. kadang godaan untuk duniawi semata datang bertubi.. tapi dibalik itu masih banyak kewajiban yang belum digenapi..

Pulau Palue dan Gunungapi Rokatenda

Pada bulan Maret 2015 lalu, saya (mau tidak mau, ngeri campur 'exited') berangkat dari desa Aewora kabupaten Ende menuju pulau Palue yang terkenal dengan letusan gunungapi nya yang dasyat di tahun 1928 silam dengan status yang sekarang waspada dan masih aktif.Lebih kurang 2 jam berperahu dari desa Aewora, gunung Rokatenda dengan kawah terbuka menghadap laut terlihat angker. Asap tipis menguar dari gunung itu. Pulau Palue sebenarnya adalah tubuh gunungapi Rokatenda, yang menjulang dari dasar laut Flores dengan ketinggian 3.000 meter dengan 875 meter bila diukur dari permukaan laut. Palue dalam bahasa masyarakat setempat berarti 'mari pulang'.Pulau Palue sendiri secara geografis berada di wilayah kabupaten Ende namun secara history dan administratif masuk ke dalam wilayah pemerintahan kabupaten Sikka. Pulau Palue memiliki luas lebih kurang 39,5 km2 terbagi menjadi 8 desa yaitu; Lidi, Maluriwu, Reruwairere, Kesukoja, Ladolaka, Tuanggeo, Rokirole dan NitungLea. Dengan has...